0

Aplikasi_Java ME Untuk Mengambil Koordinat Lokasi Di Handphone Tanpa Menggunakan GPS

Sabtu, 13 Oktober 2012
lbs
Servis berbasis lokasi (atau kerennya biasa disebut Location Based Service) adalah salah satu bidang yang lagi tren untuk sekarang baik itu untuk  aplikasi handphone, desktop, atau web. Lihat saja contohnya sudah banyak yang bermunculan seperti Foursquare dan Koprol, ditambah dengan fitur lokasi di Twitter dan Facebook kabarnya juga akan menambahkan fitur lokasi dalam waktu dekat.
Kali ini saya akan sharing tentang bagaimana caranya membuat aplikasi di handphone yang menyediakan fitur lokasi. Sekarang ini yang saya tau ada beberapa media yang dapat digunakan mengambil posisi seseorang menggunakan handphone, yaitu dengan cara mengambil data lokasi dari nomor identitas BTS terdekat (CellID), eksternal GPS, dan built-in GPS.

Global Positioning System (GPS)

Kalau kita menggunakan GPS untuk mengambil datanya, baik itu yang eksternal atau yang built-in, membutuhkan biaya yang cukup besar karena GPS eksternal paling murah yang saya tau itu sekitar 500 ribuan yang dapat di-pair dengan handphone, sedangkan handphone yang sudah memiliki GPS terpasang didalamnya kisaran harganya setau saya di atas 2 juta semua. Cukup mahal bukan hehe :D , apalagi untuk kantong mahasiswa.

CellID

Nah cara yang satu lagi adalah dengan mengambil CellID dari BTS terdekat. Kita tidak memerlukan apa-apa untuk mengambil informasi CellID tersebut karena ini sudah ada sejak handphone jaman jadul. CellID sebetulnya itu makanan sehari-harinya anak teknik telekomunikasi, gak perlu kita bahas panjang lebar untuk ini hehe. Ya singkatnya dengan menggunakan CellID kita dapat mengetahui posisi handphone seseorang.
CellID jeleknya jika dibandingkan dengan menggunakan GPS adalah keakuratannya, keakuratan data yang didapat dengan menggunakan CellID bergantung pada seberapa “canggih” daerah anda hehe, kalo anda menggunakan CellID di Irian Jaya yang notabene BTS-BTS-nya pasti sedikit pasti tingkat keakuratannya rendah, tapi jika anda menggunakan CellID di daerah padat Jakarta seperti Jalan Sudirman maka tingkat keakuratannya lebih tinggi.

Alur Pemprosesan CellID Menggunakan Java ME

Nah, poin menariknya adalah ini, dengan menggunakan Java ME untuk membuat program yang dapat mengambil data CellID lalu memprosesnya menjadi koordinat bumi tidaklah rumit. Pertama yang kita harus lakukan adalah mengakses properti sistem dari handphone yang digunakan untuk mengambil data CellID, contoh untuk handphone merek Sony Erricson properti yang harus kita akses adalah sebagai berikut:
  1. com.sonyericsson.net.cellid => untuk mengambil CellID dari handphone
  2. com.sonyericsson.net.cmcc => untuk mengambil kode negara (MCC)
  3. com.sonyericsson.net.cmnc => untuk mengambil kode jaringan handphone (MNC)
  4. com.sonyericsson.net.lac => untuk mengambil kode area lokal (LAC)
4 properti di atas diperlukan untuk mengambil koordinat kita CellID, MCC, MNC, dan LAC. Jika anda menggunakan handphone jenis lain, cek dokumen whitepaper dari jenis handphone yang anda gunakan, biasanya di situ terdapat properti sistem yang menyimpan keempat data tersebut.
Setelah kita mendapatkan keempat data tersebut, kita tinggal meng-query data-data tersebut di database yang menyimpan data-data CellID dari berbagai negara. Salah satu yang menyediakan database CellID tersebut adalah opencellid.org, opencellid.org menyediakan API untuk mengakses database CellID. Hasil pemprosesan data-data CellID yang kita masukkan ke opencellid.org berupa data XML yang berisi koordinat dan informasi-informasi tambahan dari CellID yang kita masukkan.

Source Code Program Pemprosesan CellID

Oke, setelah penjelasan umum mengenai cara untuk mengambil posisi seorang menggunakan CellID, sekarang saatnya kita mengimplementasikannya dalam bentuk program handphone yang dibuat menggunakan Java ME. Langung saja download di sini: source code
Ada 3 file di source yang saya berikan:
  1. CellID.java => class yang berisi fungsi-fungsi statik untuk mendapatkan CellID hingga memprosesnya menjadi koordinat
  2. HttpRequest.java => class yang berisi fungsi untuk HTTP request
  3. MainApp.java => midlet class yang berisi contoh penggunaan class CellID
Setiap kodingan sudah Kami berikan inline comment sebagai deskripsi fungsi-fungsi dari tiap koding yang ada, jadi tidak perlu dituliskan di sini. Selamat mencoba kalau begit.....
Wassalam.........
BY:<HHH>
Sumber Artikel: http://www.teknojurnal.com/2010/03/30/aplikasi-java-me-untuk-mengambil-koordinat-lokasi-di-handphone-tanpa-menggunakan-gps

http://hendra-firstmyblog.blogspot.com/2012/10/aplikasijava-me-untuk-mengambil.html
0

Setup Lingkungan Kerja Untuk Pengembangan Aplikasi Android Berbasis Eclipse

Android
Android bisa dibilang salah satu platform mobile yang sedang hot-hotnya sekarang hehe. Berbeda dengan Windows 7 Mobile atau iPhone yang bersifat tertutup, platform Android bersifat open source sehingga memungkinkan developer untuk mengakses berbagai macam fitur handphone dengan lebih mudah dan tidak dibatasi oleh peraturan vendor.
Minggu  lalu saya mulai memasuki dunia pengembangan Android berhubung tuntutan kerja, namun saya sendiri memang sangat tertarik untuk mengembangkan aplikasi untuk platform Android. Dengan antusias-nya saya mengikuti petunjuk instalasi Software Development Kit (SDK) Android di situs resminya. Tapi setelah saya coba ikuti petunjuknya saya terbentur kendala ketika memasuki tahap instalasi platform Android di SDK yang sudah saya download dan install. Hal ini dikarenakan oleh package updater di aplikasi setup Android sering eror tidak bisa mendowload daftar komponen Android.
Oleh karena itu saya buatkan tahap-tahap setup lingkungan kerja untuk pengembangan aplikasi Android dengan lebih mendetail. Berikut adalah tahap-tahapnya:
  1. Download SDK Android di http://developer.android.com/sdk/index.html, sesuaikan dengan sistem operasi anda
  2. Ekstrak hasil download SDK tersebut, untuk contoh di artikel ini di ekstrak di folder root C:
  3. Set environment variable dari instalasi android anda dengan mengklik kanan di My Computer -> Properties -> Advanced -> Environment Variables -> edit variabel PATH di System variables dan tambahkan path ke folder tools di folder instalasi SDK Android anda (contoh: C:\android-sdk-windows\tools)
  4. Download platform dan komponen lainnya yang diperlukan, untuk melakukan hal ini ada 3 pilihan:
    1. Jalankan SDK Setup di folder SDK anda, secara otomatis aplikasi setup akan mengambil data dari server Google tentang platform dan komponen lainnya yang dapat anda download. Anda tinggal memilih komponen yang anda perlukan dari daftar yang ada.
    2. Jika aplikasi setup tidak berhasil untuk mendownload data dari server, anda bisa ke Settings -> centang Force https://… sources to be fetched using http://… setelah itu setup akan mencoba untuk mendownload lagi data dari server. Anda tinggal memilih komponen yang anda perlukan dari daftar yang ada.
    3. Bila metode pertama dan kedua masih gagal juga maka anda harus mendownload manual komponen-komponen yang diperlukan, download komponen yang anda butuhkan di sini:
      Android SDK Docs for Android API 7, revision 1
      Pilih versi platform Android yang anda butuhkan (cek sesuai dengan spesifikasi dari target handphone yang akan digunakan)
      Android SDK Platform 1.1
      Android SDK Platform 1.5
      Android SDK Platform 1.6
      Android SDK Platform 2.0
      Android SDK Platform 2.1
      Setelah anda mendownloadnya, ekstrak platform yang anda download di folder platforms dari folder instalasin SDK Android anda
  5. Jika anda belum mempunyai Eclipse, download Eclipse versi mobile (Eclipse Pulsar) terbaru di link ini lalu ekstrak di lokasi mana saja
  6. Jalankan Eclipse Pulsar anda lalu pilih menu Help -> Install new Software
  7. Di dialog Available Software, pilih Add…
  8. Masukkan nama dari remote site pada dialog Add Site (contoh: “Android Plugin”)
  9. Masukkan url “https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/” di field Location (jika tidak terdapat kesulitan menggunakan url teresebut, ganti protokolnya menjadi http), lalu klik OK
  10. Centang box di sebelah Developer Tools ketika muncul di daftar, lalu klik Next
  11. Akan muncul dialog Install Details, klik Next
  12. Ketika plugin telah selesai diinstal, klik Finish lalu restart Eclipse
  13. Sekarang Eclipse anda sudah terintegrasi dengan SDK Android anda, anda tinggal menambahkan emulator Android dengan mengklik menu Window -> Android SDK and AVD Manager
  14. Klik tombol New, lalu beri nama emulator Android anda (contoh: android_emulator)
  15. Set target platform emulator Android anda sesuai pilihan lalu klik tombol Create AVD
Selesai sudah hehe, sekarang komputer anda sudah dilengkapi dengan SDK Android beserta Eclipse yang sudah terintegrasi penuh dengan SDK Android anda. Tunggu apa lagi, saatnya otak-atik proyek android hehe.
Selamat mencoba :BY: <HHH>

Sumber: http://www.teknojurnal.com/2010/04/11/setup-lingkungan-kerja-untuk-pengembangan-aplikasi-android-berbasis-eclipse/
 http://hendra-firstmyblog.blogspot.com/2012/10/setup-lingkungan-kerja-untuk.html



0

Trik_Cara membuka memori MMC yang terkunci pada handphone

Jumat, 05 Oktober 2012
Tips dan trik membuka memori MMC yang terkunci pada handphone
Awalnya coba - coba mengunci memori MMC berharap untuk mengamankan data - data agar tidak dapat dicuri oleh tangan - tangan jail yang tidak bertanggung jawab. Tapi setelah memorinya berhasil dikunci terus kita lupa kodenya hingga tidak dapat dibuka di handphone lain milik kita ( Hanya bisa di buka di Handphone yang mengunci ) sedangkan Handphone yang menguncinya akan saya jual. Apa yang harus kita lakukan?

 
Jangan panik, sedih atau bahkan membuangnya. Disini saya mencoba untuk membantu anda semua yang mengalami hal seperti itu.Langsung saja untuk dapat menggetahui kode MMCnya diperlukan suatu aplikasi yaitu fileman atau system explorer dan perlu diingat kode dapat diketahui di handphone yang telah menguncinya.
1. Buka aplikasi fileman, explorer atau aplikasi lain yang bisa masuk disistem.

2. Pilih phone memori dengan logo C

3. Pilih system

4. Cari file MMCstore biasanya ada di bawah.

5. Tambahkan titik dan txt dibelakang MMCstore ( MMCSTORE.Txt )

6. Buka file tersebut setelah diedit.

7. Maka tampaklah sebuah kode.

8. Sekarang anda telah menggetahui kodenya. Sekarang anda bisa memasukan memory ke dalam hanphone yang lain. Dan anda jugaboleh menjual handphone yang telah mengunci memory anda.
 
Sekian dan terimakasih
Wassalam
 
Sumber ========>http://komputerinside.blogspot.com/2010/04/tips-dan-trik-membuka-memori-mmc-yang.html
0

Trik_Cara Install Ulang Symbian OS

Sering kali kita mengalami system error pada type hp yg menggunakan SO symbian, hal ini biasanya di sebabkan oleh errornya aplikasi-aplikasi atau terhapusnya file-file pendukung pada hp tersebut. Untuk itu bagi anda pengguna Ponsel type SO Symbian ada cara untuk mengatasinya, ikuti langkah² berikut

1. Aktifkan HP tersebut
2. tekan *#7370#
3. kemudian hp aku meminta konfirmasi "Restore Default" tekan OK
4. masuk 5 digit kode kunci HP (default Nokian 12345)
5. kemudian HP akan melakukan restart
6. tunggu sampai HP aktif kembali

Nb: HP akan kembali ke setting awal dari nokia, hal ini memungkinkan anda kehilangan contact, message, notes, selain isi dari memory card semua akan terhapus

Tambahan lagi
Apabila anda lupa kode kunci HP anda, berikut langkah²nya
1. Non aktifkan hp tersebut
2. tekan ok + * + 3
3. Dengan menahan ketiga tombol pada langkah no 2, kemudian tekan tombol power
4. Tunggu sampai tampil tulisan FORMATING di layar HP tersebut, kemudian lepas keempat tombol tadi

5. Setelah melakukan format, HP akan kembali melakukan restart

Nb: HP akan kembali ke setting awal dari nokia, hal
ini memungkinkan anda kehilangan contact, message, notes, selain isi
dari memory card semua akan terhapus.

Beberapa kerusakan yang bisa diperbaiki dengan cara di atas
1. HP blank
2. HP sering hang
3. Apabila tertulis "starup failed contact your retailer"
4. Apabila tertulis "app closed"
5. Apabila tertulis "system error"
6. Jika kita mulai mengakfikan HP, tetapi hanya sampai tulisan NOKIA kemudian HP restart kembali

Kalo basisnya java, biasanya pada ponsel sudah menyediakan menu pilihan utk melakukan restore default, jika tidak terdapat pada menu ponselnya, kita mesti menggunakan alat flasher seperti ultima box
Lanjut lagi

Sekarang akan share masalah yang sering dialami oleh HP Type DCT3 & DCT4
contohnya yang paling sering pada type N 2300, N 1110, N 1112, N 2310, N 3100,N 2600,
pada type HP diatas sering kali kita alami adalah hilang suara ringtone, biasanya itu terjadi karena jalur listrik yang mengalir ke speaker ringtone kotor. Ini bisa kita perbaiki dalam waktu kurang dari 5 menit.
Berikut caranya:
1. Lepas baut pada HP tersebut
2. Lihat posisi jalur listrik yang mengalir ke speaker itu bentuk speakernya seperti speaker tape tetapi lebih kecil
3. Bila kita sudah tau posisinya bersihkan lempengan kuningan pada papan PCB dengan penghapus pena/pensil.
4. Pasangkan kembali, tinggal di test apakah suaranya sdh ada atau belum

Kira kira mudah bukan?
lumayan bisa menghemat ongkos servis
biasanya di counter biaya servisnya antara 50 s/d 100rb, padahal sangat mudah malahan hanya bermodal 1 obeng HP dan 1 penghapus pena/pensil

Sumber Artikel ======> http://komputerinside.blogspot.com/2009/12/install-ulang-symbian-os.html
http://hendra-firstmyblog.blogspot.com/2012/10/trikcara-install-ulang-symbian-os.html
0

Dasar_Dasar Kriptografi & Implementasinya

Dokumen ini dibuat dengan tujuan untuk memasyarakatkan kriptografi dan meng-kriptografikan masyarakat. Karena, masih banyak kawan-kawan yang menganggap kriptografi sebagai ilmu yang sangat tinggi dan sulit dipelajari, bahkan ada yang mengkategorikan ilmu ini sebagai ilmu gaib.Saya tidak akan bilang bahwa ilmu ini mudah, dan dapat dipelajari hanya dalam waktu semalam. Tidak kawan, semua ilmu yang bagus butuh proses.
Dokumen ini tidak dibuat untuk menjadi referensi utama untuk kriptografi. Karena, kriptografi terlalu luas untuk dibukukan dalam satu buku setebal novel Lord of The Ring, apalagi dalam satu dokumen facebook seperti ini! Lebih tepat jika dokumen ini dijadikan sebagai “penunjuk jalan” ke dunia kriptografi yang menarik dan menyenangkan dengan kemungkinan eksploitasi tanpa batas. Untuk kawan-kawan yang sudah lebih tinggi ilmu dan pengalamannya di bidang ini, dengan segala kerendahan hati, saya mohon izin dan maklum atas kesalahan yang mungkin ada di dokumen ini.
Tujuan awal dari kriptografi adalah menyembunyikan isi pesan sehingga tidak dapat terbaca oleh pihak-pihak yang tak diinginkan, tetapi masih dapat dimengerti oleh pihak yang dituju. Seiring perkembangan jaman, kriptografi banyak diterapkan di berbagai bidang, mulai dari tukar menukar informasi di perang dunia kedua, hingga dunia komputerisasi yang kita alami saat ini.
Dokumen ini, tentu saja, tidak akan membahas bagaimana pasukan Nazi mengoperasikan “Enigma”, sehingga membingungkan pihak sekutu. Dokumen ini “hanya” akan membahas kriptografi dan implementasinya di bidang IT. Implementasi yang akan ditunjukkan juga hanya implementasi dasar dan bersifat “offline”, bukan implementasi canggih seperti “email transaction”, “pay pal autorization”, “handshake cryptographic”, dll. Tapi, percayalah kawan, semua implementasi canggih itu, berdasar dari implementasi dasar ini.
Dalam dokumen ini akan dipakai istilah yang umum dipakai dalam dokumen-dokumen kriptografi. Contohnya adalah “plain text”, yaitu pesan asli yang hendak disampaikan. “Cipher text“, yang artinya pesan yang telah di-enskripsi. Dan istilah-istilah lainnya yang mungkin membingungkan, maaf bila itu terjadi.
Sesuai judulnya, dokumen ini menggunakan Borland Delphi 7 sebagai compiler kode-kode yang digunakan. Kenapa? Yap, karena saya memang paling nyaman menggunakan Delphi dengan versi tersebut untuk hal-hal yang berbau kriptografi. Anda bisa memilih menggunakan compiler lain yang paling anda sukai. Untuk library yang dijadikan referensi kriptografi, saya selalu mempercayakan kepada bang Barton, di situs : http://www.cityinthesky.co.uk/opensource/dcpcrypt. Selain open source, alasan saya menggunakan library tersebut adalah kelengkapan dari metode kriptografi yang digunakan. Namun lagi-lagi, ini tidak mengikat. Anda bebas menggunakan library manapun yang paling cocok dengan anda, atau bila anda sudah cukup memahami alur dari algoritma suatu metoda, anda bisa menulis library sendiri.
File-file implementasi yang disertakan dalam dokumen ini merupakan source yang siap di-compile. Bagi kawan-kawan yang memiliki Borland Delphi 7 terinstall di komputernya, bisa langsung meng-klik file dengan ekstensi “dpr”. Bagi yang tidak menginstall compiler tersebut, untuk mengetahui isi kode program, bisa membuka file dengan ekstensi “pas” dengan notepad atau text editor lainnya. File “exe” juga disertakan untuk melihat implementasinya secara langsung.
Dari output yang dihasilkan, kriptografi dapat dibagi menjadi dua, yaitu kriptografi “satu-arah” dan “dua arah”. Dan dalam kriptografi “dua-arah” pun, bila dilihat dari jenis “key” yang digunakan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu “symetric key” dan “asymetric key”. Begitulah kira-kira kerangka dari dokumen ini. Walaupun terbagi-bagi seperti itu, tidak menutup kemungkinan semua jenis kriptografi tersebut di implementasikan bersama-sama, atau yang lebih dikenal dengan metode “hybrid”. Pada akhir dokumen, akan diperlihatkan implementasi dari metode hybrid ini.
Dalam implementasinya di dunia IT, plain text yang diinput ke dalam kriptografi, bentuknya bisa bermacam-macam. Bisa file exe, dokumen, gambar, musik, dan semua file digital lainnya. Tergantung dari sang pengguna yang meng-implementasikannya. Inilah mengapa kemungkinan dalam kriptografi menjadi tak terbatas dan sangat menarik!
<><><><><><><><>
Kriptografi Satu Arah
<><><><><><><><>
Sesuai namanya, kriptografi ini hanya bisa berjalan satu arah. Atau dengan kata lain, hanya bisa merubah plain text menjadi cipher text, tapi tidak bisa mengembalikan cipher text menjadi plain text. Kriptografi jenis ini sering disebut sebagai “hash”. Ciri khusus hash ini adalah, chiper text yang dihasilkan berbeda-beda (unik) untuk setiap plain text yang di input. Karena ciri khusus ini, hash sering kali dimanfaatkan sebagai “sidik jari” suatu file atau dokumen.
Metode hash yang umum digunakan adalah MD5, SHA1, RipeMD128. Sebenarnya masih banyak metode lainnya, tapi dalam implementasi yang akan disajikan, metode hash yang digunakan adalah ketiga metode tersebut. Implementasi bisa di download di :
http://www.mediafire.com/?4yz9vj0v8sbydf3

Dengan mengeksekusi file “exe” dari implementasi tersebut, dapat kita lihat bahwa tools ini mampu menghitung hash dari plain text dengan jenis text maupun file. Tapi, jangan coba-coba menghitung hash dari file yang berukuran >= 10 MB dengan tools ini, kecuali jika prosessor anda cukup mumpuni. Karena memang, implementasi ini dirancang dengan tidak memperhatikan optimasi pembacaan file. Silahkan anda optimasi sesuka anda. :)
Dalam implementasi tersebut, kode utama terletak pada file “Unit1.pas”. File “DCPmd5.pas”, “DCPsha1.pas”, dan “DCPripemd128.pas” merupakan library dari metode yang bersangkutan yang disediakan oleh DCPCrypt. Sedangkan, file “DCPcrypt2.pas”, “DCPconst.pas”, “DCPblockciphers.pas”, dan “DCPbase64.pas” merupakan file yang “diwajibkan” oleh
DCPCrypt untuk ditaruh di folder yang sama dengan kode utama. Atau bila anda sudah menginstall Borland Delphi 7, anda bisa melihat itu semua dengan membuka file “Project1.dpr”. File yang lain bisa diabaikan, karena merupakan hasil “generate” dari compiler.
Oke, kita coba bedah “source code” dari tool ini untuk memperjelas implementasi kriptografi satu arah atau “hash” ini. Mari kita lihat pada kode utama di baris 42 sampai baris 100. Di situ dapat kita lihat tiga fungsi untuk menghitung masing-masing metode hash. Fungsi-fungsi ini dibuat sendiri oleh saya dengan berpedoman pada petunjuk pemakaian yang dianjurkan oleh DCPCrypt, yang artinya fungsi ini tidak “baku”, dan ya, anda bisa membuat versi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dari implementasi yang anda inginkan.
Dari ketiga fungsi tersebut, dapat kita lihat bahwa fungsi tersebut membutuhkan 1 parameter yang memiliki tipe String, dan akan mengembalikan String juga. Hal ini saya lakukan dengan pertimbangan untuk mempertahankan format awal kriptografi, dari Plain Text berbentuk string menjadi Cipher Text berbentuk string juga. Tapi sekali lagi, ini tidak baku, anda bisa mengganti parameter input menjadi tipe array dari byte misalnya, untuk membaca stream.
Lalu di baris 122 sampai baris 171 pada kode utama, dapat kita lihat proses perhitungan hash dilakukan pada saat user meng-klik tombol “Hash It”. Dapat kita lihat, jika user memilih untuk menggunakan mode “Text”, maka kodenya cukup simpel, hanya meng-assign variable “strPlain” dengan apa yang di-input oleh user. Yang sedikit “tricky” adalah jika user memilih mode “File”, atau menghitung hash dari File yang dipilih. Berbagai macam pendekatan bisa dilakukan di sini. Mengingat ketiga fungsi untuk menghitung hash tadi membutuhkan Plain Text dengan bentuk string, maka pendekatan yang saya pilih adalah merubah semua “isi” file ke dalam bentuk string, lalu meng-assign string tersebut ke dalam strPlain. Setelah variable strPlain siap, kita masukkan variable tersebut sebagai parameter di fungsi untuk menghitung hash dengan metode yang dipilih user.
Demikianlah salah satu contoh implementasi kriptografi satu arah. Implementasi ini bisa dimanfaatkan untuk mengecek ke-aslian suatu file, karena bila suatu file sudah di modifikasi, maka nilai hash akan berubah. Bila anda tertarik untuk melihat detail dari algoritma dari setiap metode, anda bisa melihatnya pada file “pas” yang bersangkutan. Atau saran saya, coba debug program tersebut, agar anda dapat “merasakan” bagaimana algoritmanya mengalir.
<><><><><><><><>
Kriptografi Dua Arah
<><><><><><><><>
Kriptografi jenis ini mungkin sering direferensikan sebagai kriptografi yang “sesungguhnya”, karena memiliki metode “encrypt” untuk merubah plain text menjadi cipher text, dan metode “decrypt” untuk mengembalikan cipher text menjadi plain text. Dalam kriptografi jenis ini, selain plain text dan cipher text, dibutuhkan parameter lainnya yang disebut “key”. Saat ini dikenal dua jenis key yang digunakan, yaitu “Symmetric Key” dan “Assymetric Key”.
Yang perlu diingat dalam proses kriptografi dua arah ini adalah, proses encrypt dan decrypt harus memiliki operasi yang saling bertolak belakang. Misal, pada proses encrypt kita menggunakan operator “+” (tambah), maka pada proses decrypt kita harus menggunakan operator “-“ (kurang). Karena itu, dalam implementasi kriptografinya proses encrypt dan decrypt dibuat menjadi dua implementasi yang berbeda, namun saling melengkapi. Untuk proses decrypt, implementasi akan meniru proses verifikasi serial sebuah software, sedangkan untuk proses encrypt, implementasi akan bertindak sebagai “keygen”-nya.
————————
Symmetric Key
————————
Yang dimaksud dengan symmetric key atau key yang simetris adalah, parameter key yang digunakan dalam proses encrypt dan decrypt, sama. Panjang dari parameter key ini pun bervariasi tergantung dari metoda yang digunakan. Dalam implementasi yang akan diberikan, metoda yang digunakan adalah RC4 dan Blowfish, dengan panjang key 128 bit atau 16 byte.
Dengan alasan tertentu, implementasi akan diberikan dan dibahas dimulai dari proses decrypt terlebih dahulu. Implementasi decrypt dapat di download pada:
http://www.mediafire.com/?iefq1v1pzvqbt9l

Sekali lagi, implementasi ini meniru verifikasi serial sebuah software, tetapi tentu saja, dibuat se-sederhana mungkin, agar proses kriptografinya lebih menonjol. Jadi, implementasi ini bersifat sebagai “penerima” pesan, kemudian mencoba men-decrypt pesan tersebut dan mem-verikasikan apakah pesan tersebut berasal dari “pengirim” pesan yang sah atau tidak.
File-file yang terdapat dalam implementasi ini, tidak jauh berbeda dengan yang berada pada implementasi kriptografi satu arah, hanya library metoda yang bersangkutan yang berubah. Kode utama, lagi-lagi terletak di “Unit1.pas”. Mari kita buka kode tersebut untuk mulai membedah implementasi ini.
Baris 33 sampai dengan 87, menunjukkan dua fungsi untuk men-decrypt dengan masing-masing metoda. Proses decrypt kedua metoda dibuat seragam dengan tujuan menghindari kebingungan, dan yang pasti bukan bentuk baku. Yang berbeda tentu saja algorithma inti masing-masing metoda yang terdapat di file *.pas masing-masing. Dikarenakan penyeragaman ini, pembahasan satu metoda bisa mewakili metoda yang satunya.
Pada baris 35 dapat kita lihat, inisialisasi konstanta key yang disiapkan untuk proses decrypt. Key dibuat dengan format array dari byte dengan lebar 16. Atau, dengan kata lain, key memiliki panjang 16 byte, atau 128 (16*8) bit. Yang perlu dicatat adalah, bahwa dalam Delphi, notasi “$” menunjukkan bahwa angka yang ditulis dalam bentuk hexadecimal. Jadi, pendeklarasian array tersebut bisa saja ditulis seperti ini :
key : array[0..15] of byte = (71,114,105,110,100,83,116,111,110,101,73,115,71,111,111,100);
Pendeklarasian array diatas menggunakan notasi desimal, dengan nilai yang sama. Lalu, mengapa dalam implementasi ditulis dengan notasi hexadecimal? I just love hex, nothing more.
Oke, mari kita lihat di baris 39 dan 40. Di situ dideklarasikan dua variable array untuk menampung input dan output dari proses decrypt ini. Karena yang dilakukan saat ini adalah proses decrypt, maka input adalah Cipher Text yang ditampung pada variable arrCipher, sedangkan output adalah Plain Text yang ditampung pada variable arrPlain. Kedua variable tersebut dibuat dengan panjang yang sama yaitu 8 byte. Hal ini perlu dicatat, karena akan berpengaruh pada penggunaan fungsi ini, kita akan sampai ke sana nanti.
Fungsi decrypt ini menerima parameter dalam bentuk String sebagai input, seperti yang terlihat pada baris 33, sedangkan variable yang di-input ke proses decrypt inti berbentuk array dari byte, seperti yang terlihat pada baris 51. Maka, baris 44 sampai 48, bertugas untuk meng-convert variable String menjadi array of byte. Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk tugas ini, seperti misalnya mengambil nilai ASCII dari masing-masing karakter di dalam string, lalu menyimpannya ke dalam array of byte. Tetapi, dalam implementasi ini, metode yang akan digunakan adalah, mengambil setiap 2 (dua) karakter dari string, lalu ditambahkan notasi “$” di depannya untuk kemudian di rubah kedalam bentuk byte (integer) dan disimpan ke dalam array. Dan hal ini dilakukan dengan loop sebanyak 8 (0-7)putaran, karena panjang variable penampung yang ada (arrCipher) adalah 8. Karena itu, panjang String yang valid untuk di-input ke dalam fungsi ini adalah 16 (8*2) karakter, dan karakter yang ada haruslah karakter bilangan hexadecimal, yaitu 1-9 dan A-F. Mari kita ambil contoh untuk memperjelas :
Misalkan, string yang di-input adalah :
“1234567890ABCDEF”
Maka array of byte yang terbentuk adalah :
($12, $34, $56, $78, $90, $AB, $CD, $EF)
atau dalam bentuk desimal adalah :
(18, 52, 86, 120, 144, 171, 205, 239)
Semoga contoh di atas cukup jelas untuk menggambarkan “aliran” algo konversi tersebut.
Baris 49 sampai 52 merupakan kode untuk melakukan proses inti decrypt yang diwajibkan oleh library DCPCrypt ini. Dan hasil dari proses decrypt inti ini ditampung di variable arrPlain yang berbentuk array of byte. Baris 53 mempersiapkan (mengosongkan) variable strResult yang akan menampung hasil dari fungsi decrpyt ini. Jika pada input tadi kita meng-convert dari variable String ke array of byte, sekarang untuk output kita lakukan kebalikannya, merubah variable array of byte ke String. Dan itulah yang dilakukan pada baris 54 sampai 57.
Metode yang digunakan sekarang adalah mengambil setiap byte dari array, lalu men-subtitusikannya dengan karakter yang memiliki nilai ASCII yang bersangkutan, untuk kemudian ditambahkan di variable strResult. Metode ini lebih simpel dari metode sebelumnya, tetapi mari kita ambil contoh untuk lebih memperjelas :
Misalkan, dalam variable arrPlain adalah :
(71, 119, 84, 97, 109, 112, 97, 110)
maka dalam variable strResult akan terbentuk :
“GwTampan”
Semoga contoh di atas bisa memperjelas apa yang sebenarnya sudah cukup jelas. ;D
Demikianlah penjelasan tentang fungsi yang digunakan untuk melakukan decrypt. Fungsi tersebut perlu dipahami sepenuhnya jika kita ingin membuat proses encrypt yang diperlukan untuk membuat keygen dari “software” verifikasi ini. Kita akan bahas hal tersebut dalam implementasi berikutnya. Untuk saat ini, mari kita masuk pada fungsi inti dari program ini, yang dieksekusi pada saat user menekan tombol “Check”.
Fungsi tersebut, tentu saja, terletak pada baris 89 sampai 144. Terlihat banyak percabangan “if” di sana, yang mungkin membingungkan sebagian orang. Bila itu yang terjadi, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf atas buruknya cara pemogramman saya. Tapi saya rasa, percabangan-percabangan ini tidak perlu dibahas semua, karena hanya untuk mengecek kesalahan-kesalahan dasar input dari user. Yang patut dibahas adalah percabangan pada baris 113. Disitu terlihat bahwa jika “Nama” yang diinput user lebih dari 8 karakter, maka yang diambil hanyalah 8 karakter pertama saja. Dan jika “Nama” yang diinput kurang dari 8 karakter, maka variable tersebut digandakan terus-menerus sampai lebih dari 8, untuk kemudian diambil 8 karakter pertamanya. Lagi-lagi, contoh untuk memperjelas :
Misalkan, nama yang diinput adalah :
“CryptographyIsSuperFun”
maka, yang diambil hanyalah :
“Cryptogr”
Dan, jika nama yang diinput adalah :
“FUN”
maka, hasilnya akan menjadi :
“FUNFUNFU”
Dengan ini, kita “memaksa” variable strName untuk tetap memiliki panjang 8 karakter, tidak peduli berapa karakter yang diinput oleh user. Kenapa? Sebelum dijawab, saya harap anda masih ingat karakteristik dari fungsi decrypt di atas tadi, input yang valid haruslah string dengan 16 karakter (ini menjelaskan percabangan pada baris 107), dan ouput yang dihasilkan adalah string dengan 8 karakter. Dan pada baris 133, terdapat “final check” yang membandingkan variable strName dengan strPlain yang merupakan hasil Decrypt dari Serial yang diinput. Otomatis, strPlain akan selalu memiliki panjang 8 karakter, karena itulah kita perlu “memaksa” strName untuk tetap memiliki panjang 8 karakter.
Sebenarnya ada sedikit “bug” yang cukup mengganggu pada implementasi ini. Yaitu, bila kita memasukkan serial dengan panjang 16 karakter, tapi karakter yang diinput bukanlah karakter hexadecimal, maka akan muncul pesan error yang kurang bagus. :D Tapi tentu saja, hal tersebut bisa diatasi dengan menambahkan percabangan yang mengecek apakah serial yang diinput merupakan karakter hexadecimal atau bukan. Anda bisa menambahkannya bila anda mau! :D :)
Yap, demikianlah salah satu contoh implementasi proses decrypt yang meniru proses verifikasi serial sebuah software. Untuk melengkapinya, yang tersisa adalah proses encrypt yang akan diterapkan pada keygen untuk verifikasi ini.
Oke, implementasi untuk proses encrypt bisa di download pada :
http://www.mediafire.com/?coc0u4o61wc6jb2

Dalam implementasi ini, jika kita mengeksekusi file “exe”, maka kita bisa meng-generate serial yang valid untuk implementasi verifikasi sebelumnya. Karena memang, implementasi ini bertindak sebagai keygen atau dengan kata lain sebagai “pengirim” pesan. Sedangkan implementasi sebelumnya bertindak sebagai “penerima” pesan.
File-file yang ada dalam implementasi ini sama dengan yang ada di implementasi verifikasi, hanya file “exe” dan “Unit1.pas” yang berbeda, karena implementasi ini menggunakan library dari metoda yang sama dengan implementasi verifikasi. Mari kita buka kode utama implementasi ini di dalam “Unit1.pas” untuk memulai pembedahan kode yang mengasyikan ini.
Yang patut diingat sebelum melakukan pembedahan adalah, bahwa proses pembuatan implementasi keygen ini saling bergantung dengan kode pada implementasi verifikasi. Dan, kita harus melihat bahwa kode keygen ini saling bertolak belakang dengan verifikasi. Yang artinya, jika verifikasi melakukan “buka”, maka keygen melakukan “tutup”, jika verifikasi melakukan “tambah”, maka keygen melakukan “kurang”, dst.
Oke, kita mulai pembedahannya. Kita bisa lihat pada baris 33 sampai 83, terdapat dua fungsi encrypt yang, tentu saja, dibuat seragam, seperti halnya pada implementasi verifikasi. Dan ya, seperti sebelumnya, pembahasan satu metoda bisa mewakili metoda yang satunya. Baris 35 menunjukkan konstanta key yang memang harus sama nilainya dengan proses decrypt, agar kedua proses tersebut saling berhubungan.
Karena proses encrypt ini bertolak belakang dengan proses decrypt, maka kita akan melakukan pembahasan secara terbalik dari bawah ke atas, sambil me-review kode verifikasi. Jadi ada baiknya, jika kita buka kode verifikasi (decrypt) dan keygen (encrypt) secara bersamaan, kecuali jika anda memang sudah hafal dan paham kode verifikasi secara keseluruhan.
Pada baris 44 sampai 48 di kode verifikasi, seperti yang telah dibahas, bahwa fungsi decrypt mengambil setiap dua karakter dari string yang di-input atau cipher text untuk kemudian merubahnya menjadi nilai hex dan menyimpannya ke dalam array of byte. Maka, agar fungsi encrypt kita menghasilkan cipher text yang valid untuk proses tersebut, kita harus melakukan fungsi sebaliknya, ya, merubah array of byte menjadi string dengan format hex. Baris 51 sampai 55 melakukan hal tersebut. Fungsi built-in Delphi “IntToHex” menghasilkan representasi hex dari integer (atau byte) yang diinput. Untuk contoh, silahkan review contoh di atas pada proses verifikasi, tetapi baca dari bawah ke atas.
Kemudian pada baris 49 sampai 52 di kode verifikasi, fungsi decrypt melakukan fungsi inti decrypt sesuai dengan metoda yang dipakai terhadap array of byte hasil konversi dari string yang di-input tadi(cipher text). Maka pada baris 47 sampai 50 di kode keygen, fungsi encrypt harus melakukan fungsi inti encrypt sesuai dengan metoda yang dipakai terhadap array of byte yang nantinya akan di konversi menjadi string output(cipher text), seperti yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya.
Lalu pada baris 54 sampai 57 di kode verifikasi, fungsi decrypt mengkonversi lagi array of byte yang telah di “decrypt” ke dalam bentuk string, tetapi kali ini dengan cara subtitusi nilai byte dengan nilai ASCII yang bersangkutan, atau dengan kata lain melakukan konversi byte to ASCII. Maka, fungsi encrpyt kita harus melakukan kebalikannya, yap, konversi ASCII to byte. Baris 43 sampai 46 pada kode keygen menunjukkan hal tersebut, dan ya, fungsi built-in Delphi “Ord” menolong kita untuk melakukan hal tersebut. Dan lagi-lagi, untuk contoh, silahkan lihat contoh “GwTampan” di atas dari bawah ke atas.
Begitulah isi dari fungsi encrypt yang merupakan kebalikan dari fungsi decrypt. Anda bisa menutup kode verifikasi sekarang, jika anda mau. Berikutnya, mari kita bahas penggunaan dari fungsi encrypt ini, pada saat user menekan tombol “G 3 N” yang terletak pada baris 85 sampai 119.
Tidak banyak yang dilakukan dalam kode ini. Baris 97 sampai 108 melakukan hal yang sama dengan yang ada pada kode verifikasi, yaitu memaksa plain text agar tetap memiliki panjang 8 karakter, seperti yang telah dibahas sebelumnya. Dan, jika anda belum menyadarinya, untuk nama “CryptographyIsFun” dan “CryptographyIsSuck” akan menghasilkan serial yang sama, dikarenakan unsur pemaksaan ini. Lalu pada baris 109 sampai 117, kode melakukan encrypt kepada nama (plain text) yang diinput menjadi cipher text yang kemudian di-output menjadi serial.
Demikianlah keseluruhan proses implementasi dari kriptografi dengan key simetris ini. Dan oke, untuk lebih memperjelas lagi, mari kita rangkum keseluruhan proses dengan arah yang “lurus” atau dari encrypt sampai decrypt. Kali ini sang keygen akan kita sebut pengirim, dan sang verifikator akan kita sebut penerima.
Pertama, pengirim men-encrypt nama yang di-input untuk kemudian di-output menjadi serial. Lalu, pengirim mengirimkan pasangan nama dan serial ini kepada penerima. Kemudian, penerima mengecek pasangan nama dan serial yang dikirimkan dengan cara, men-decrypt serial untuk kemudian dibandingkan dengan nama. Jika cocok, maka pasangan nama dan serial tersebut valid dan memang berasal dari pengirim yang sejati, jika tidak cocok, maka pengirim tersebut palsu.
Yap, seperti itulah salah satu contoh implementasi kriptografi dua arah dengan key simetris. Mohon maaf bila penjelasannya terkesan berbelit-belit dan membingungkan, tetapi saya telah mencoba yang terbaik untuk menjelaskan hal yang memang sangat teknis ini. Dan ya, coba “rasakan” bagaimana kode ini mengalir, agar lebih mudah memahaminya.

Artikel Diperoleh Dari: Gerard Adam
Sumber: https://www.facebook.com/groups/binushacker/doc/10152001312180464/
 http://hendra-firstmyblog.blogspot.com/2012/10/dasardasar-kriptografi-implementasinya.html
0

Sekilas mengenai Sejarah Virus Komputer

Virus komputer pertama kalinya tercipta bersamaan dengan komputer. Pada tahun 1949, salah seorang pencipta komputer, John von Newman, yang menciptakan Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), memaparkan suatu makalahnya yang berjudul “Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan program yang dapat menyebar dengan sendirinya. Perkembangan virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory salah satu laboratorium komputer terbesar di dunia yang telah menghasilkan banyak hal, seperti bahasa C dan C++.1 Di laboratorium ini, sekitar tahun 1960-an, setiap waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan suatu program yang dapat memusnahkan kemampuan membetulkan dirinya dan balik menyerang kedudukan lawan. Selain itu, program permainan dapat memperbanyak dirinya secara otomatis. Perang program ini disebut Core War, yaitu pemenangnya adalah pemilik program sisa terbanyak dalam selang waktu tertentu. Karena sadar akan bahaya program tersebut, terutama bila bocor keluar laboratorium tersebut, maka setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan. Sekitar tahun 1970-an , perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan pada waktu yang bersamaan dua tugas dapat dilakukan. Pada tahun 1980-an, perang virus di dunia terbuka bermula atas pemaparan Fred Cohen, seorang peneliti dan asisten profesor di Universitas Cincinati, Ohio. Dalam pemaparannya, Fred juga mendemonstrasikan sebuah program ciptaannya, yaitu suatu virus yang dapat menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada
tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.
Pengertian Virus Komputer
Istilah virus komputer tak asing lagi bagi kalangan pengguna komputer saat ini. Padahal, sekitar 12 tahun yang lalu, istilah ini telah dikenal oleh masyarakat pengguna komputer. Baru pada tahun 1988, muncul artikel-artikel di media massa yang dengan gencar memberitakan mengenai ancaman baru bagi para pemakai komputer yang kemudian dikenal dengan sebutan ‘virus komputer’. Virus yang terdapat pada komputer hanyalah berupa program biasa, sebagaimana layaknya program-program lain. Tetapi terdapat perbedaan yang sangat mendasar pada virus komputer dan program lainnya. Virus dibuat oleh seseorang dengan tujuan yang bermacam-macam, tetapi umumnya para pembuat virus hanyalah ingin mengejar popularitas dan juga hanya demi kesenangan semata. Tetapi apabila seseorang membuat virus dengan tujuan merusak maka tentu saja
akan mengacaukan komputer yang ditularinya.
Kemampuan Dasar Virus Komputer
Definisi umum virus komputer adalah program komputer yang biasanya berukuran kecil yang dapat meyebabkan gangguan atau kerusakan pada sistem komputer dan memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya adalah :
Kemampuan untuk memperbanyak diri
Yakni kemampuan untuk membuat duplikat dirinya pada file-file atau disk-disk yang belum ditularinya, sehingga lama-kelamaan wilayah penyebarannya semakin luas.
Kemampuan untuk menyembunyikan diri
Yakni kemampuan untuk menyembunyikan dirinya dari perhatian user, antara lain dengan cara-cara berikut :
a. Menghadang keluaran ke layar selama virus bekerja, sehingga pekerjaan virus tak tampak oleh user.
b. Program virus ditempatkan diluar track2 yang dibuat DOS (misalkan track 41)
c. Ukuran virus dibuat sekecil mungkin sehingga tidak menarik kecurigaan.
Kemampuan untuk mengadakan manipulasi
Sebenarnya rutin manipulasi tak terlalu penting. Tetapi inilah yang sering mengganggu. Biasanya rutin ini dibuat untuk :
a. Membuat tampilan atau pesan yang menggangu pada layer monitor
b. Mengganti volume label disket
c. Merusak struktur disk, menghapus file-file
d. Mengacaukan kerja alat-alat I/O, seperti keyboard dan printer
Kemampuan untuk mendapatkan informasi
Yakni kemampuan untuk mendapatkan informasi tentang struktur media penyimpanan seperti letak boot record asli, letak table partisi, letak FAT3, posisi suatu file, dan sebagainya.
Kemampuan untuk memeriksa keberadaan dirinya
Sebelum menyusipi suati file virus memeriksa keberadaan dirinya dalam file itu dengan mencari ID (tanda pengenal) dirinya di dalam file itu. File yang belum tertular suatu virus tentunya tidak mengandung ID dari virus yang bersangkutan. Kemampuan ini mencegah penyusupan yang berkali-kali pada suatu file yang sama.
2.4 Jenis-jenis virus komputer
Berikut ini akan dibahas jenis-jenis virus yang penulis simpulkan dari berbagai sumber, baik sumber pustaka maupun sumber dari internet.
2.4.1 Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a. Virus yang dibuat dengan compiler
Adalah virus yang dapat dieksekusi karena merupakan virus yang telah di compile sehingga menjadi dapat dieksekusi langsung. Virus jenis ini adalah virus yang pertama kali muncul di dunia komputer, dan sampai sekarang terus berkembang pesat. Biasanya virus jenis ini dibuat dengan bahasa pemrograman tingkat rendah yang disebut dengan assembler, karena dengan menggunakan assembler program yang dihasilkan lebih kecil dan cepat, sehingga sangat cocok untuk membuat virus. Tetapi tidak tertutup kemungkinan untuk membuat virus dengan menggunakan bahasa pemrograman lainnya seperti C dan Pascal baik dilingkungan DOS maupun Windows .
Mungkin virus jenis ini adalah virus yang paling sulit untuk dibuat tetapi karena dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman dan berbentuk bahasa mesin maka keunggulan dari virus ini adalah mampu melakukan hampir seluruh manipulasi yang mana hal ini tidak selalu dapat dilakukan oleh virus jenis lain karena lebih terbatas.
b. Virus Macro
Banyak orang salah kaprah dengan jenis virus ini, mereka menganggap bahwa virus Macro adalah virus yang terdapat pada program Microsoft Word. Memang hampir seluruh virus Macro yang ditemui merupakan virus Microsoft Word. Sebenarnya virus Macro adalah virus yang memanfaatkan fasilitas pemrograman modular pada suatu program aplikasi tertentu seperti Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowePoint, Corel WordPerfect, dan sebagainya. Tujuan dari fasilitas pemrograman modular ini adalah untuk memberikan suatu kemudahan serta membuat jalan pintas bagi
aplikasi tersebut. Sayangnya fungsi ini dimanfaatkan oleh pembuat-pembuat virus untuk membuat virus didalam aplikasi tersebut. Walaupun virus ini terdapat didalam aplikasi tertentu tetapi bahaya yang ditimbulkan tidak kalah berbahanya dari virus-virus yang lain.
c. Virus Script/ Batch
Pada awalnya virus ini lebih dikenal dengan virus batch karena dulu terdapat pada file batch yang terdapat pada DOS, sekarang hal ini telah berganti menjadi script. Virus script biasanya sering didapat dari Internet karena kelebihannya yang fleksibel dan bisa berjalan pada saat kita bermain internet, virus jenis ini biasanya menumpang pada file HTML (Hype Text Markup Language) dibuat dengan menggunakan fasilitas script seperti Javascript, VBscript,4 maupun gabungan antara script yang mengaktifkan program Active-X dari Microsoft Internet Explorer.
Berdasarkan yang dilakukan
a. Virus Boot Sector
Virus Boot Sector adalah virus yang memanfaatkan gerbang hubungan antara komputer dan media penyimpan sebagai tempat untuk menularkan virus. Apabila pada boot sector terdapat suatu program yang mampu menyebarkan diri dan mampu tinggal di memory selama komputer bekerja, maka program tersebut dapat disebut virus. Virus boot sector terbagi dua yaitu virus yang menyerang disket dan virus yang menyerang disket dan tabel partisi.
b. Virus File
Virus file merupakan virus yang memafaatkan suatu file yang dapat diproses langsung pada editor DOS, seperti file berekstensi COM, EXE, beberapa file overlay, dan file BATCH. Virus umumnya tidak memiliki kemampuan untuk menyerang di semua file tersebut. Virus file juga dikelompokkan berdasarkan dapat atau tidaknya tingga di memory.
c. Virus System
Virus sistem merupakan virus yang memanfaatkan file-file yang dipakai untuk membuat suatu sistem komputer. Contohnya adalah file dengan berekstensi SYS, file IBMBIO.COM, IBMDOS.COM, atau COMMAND.COM.
d. Virus Hybrid
Virus ini merupakan virus yang mempunyai dua kemampuan biasanya dapat masuk ke boot sector dan juga dapat masuk ke file. Salah satu contoh virus ini adalah virus Mystic yang dibuat di Indonesia.
e. Virus Registry WIndows
Virus ini menginfeksi operating system yang menggunakan Windows 95/98/NT biasanya akan mengadakan infeksi dan manipulasi pada bagian registry Windows sebab registry adalah tempat menampung seluruh informasi komputer baik hardware maupun software. Sehingga setiap kali kita menjalankan Windows maka virus akan dijalankan oleh registry tersebut.
f. Virus Program Aplikasi
Virus ini merupakan virus Macro, menginfeksi pada data suatu program aplikasi tertentu. Virus ini baru akan beraksi apabila kita menjalankan program aplikasi tersebut dan membuka data yang mengandung virus.
Berdasarkan media penyebarannya
a. Penyebaran dengan media fisik
Media yang dimaksudkan bisa dengan disket, CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory), harddisk, dan sebagainya. Untuk CD-ROM, walaupun media ini tidak dapat dibaca tetapi ada kemungkinan suatu CD-ROM mengandung virus tertentu, walaupun kemungkinannya kecil, tetapi seiring dengan berkembangnya alat CD-R/CD-RW yang beredar dipasaran maka kemungkinan adanya virus didalam CD-ROM akan bertambah pula. Untuk saat ini virus jenis ini yang menjadi dominan dari seluruh virus yang ada. Virus ini akan menular pada komputer yang masih belum tertular apabila terjadi pengaksesan pada file/media yang mengandung virus yang diikuti dengan pengaksesan file/media yang masih bersih, dapat juga dengan mengakes file/media yang masih bersih sedangkan di memori komputer terdapat virus yang aktif.
b. Penyebaran dengan Media Internet
Akhir-akhir ini virus yang menyebar dengan media sudah semakin banyak, virus ini biasanya menyebar lewat e-mail ataupun pada saat kita mendownload suatu file yang mengandung virus. Juga ada beberapa virus yang secara otomatis akan menyebarkan dirinya lewat e-mail apabila komputer memiliki hubungan ke jalur internet.

Demikianlah sekilas sejarah mengenai virus komputer
Wassalam......

Sumber ====> http://sisteminformasi.wordpress.com/2007/01/23/sejarah-virus-komputer/
0

PHP MySQL

Rabu, 03 Oktober 2012
Dasar Pemograman PHP dan MySQL


Seperti yang sudah kita ketahui pemograman web yang menggunakan database akan dapat membuat konten website menjadi dinamis. Contoh yang dapat kita lihat misalnya pada aplikasi pendaftaran online atau berita pada situs-situs berita yang terus terupdate setiap detiknya.

Salah satu pemograman website yang dinamis tersebut adalah menggunakan PHP dan database MySQL. Kenapa pemograman PHP menggunakan database MySQL? Sebenarnya penggunaan database MySQL ini hanya karena kebiasaan saja. Selain MySQL kita juga bisa menggunakan PostgreSQL, MS Access, Oracle, dll.

Pada bagian ini saya akan mencoba menjelaskan bagaimana menggunakan PHP dan MySQL untuk membuat konten dinamis dan tentu saja saya hanya menjelaskan dasar-dasarnya dulu untuk menghindari kebablasan hehe.

Jika server local (dalam hal ini saya menggunakan XAMPP) belum terinstal di komputer Anda maka tutorialnya dapat dibaca disini.

Langkah 1 Periksa Konfigurasi
Untuk kelancaran pemograman kita nantinya maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah memeriksa konfigurasi dengan mengetikkan phpinfo(). Untuk melakukan hal ini anda perlu membuat sebuah file php sederhana yang memanggil fungsi phpinfo(). Perhatikanlah kode berikut:
<?php
phpinfo();
?>

Tulislah kode tersebut pada notepad dan simpan dengan nama info.php dan letakkan dalam folder htdocs. Selanjutnya buka browser dan tuliskan localhost/info.php

Perhatikanlah sistem konfigurasinya terutama pada bagian MySQL karena bagian inilah yang sangat penting kita ketahui karena jika bagian ini tidak ada kita tidak akan bisa bekerja tanpa MySQL.



Langkah 2 Membuat Database
Dalam tutorial ini saya akan menggunakan database MySQL bernama test dengan satu tabel bernama user. Lihatlah kode dibawah ini :
CREATE DATABASE if NOT EXISTS `test`; 
USE test;

CREATE TABLE `user` (
 `id` int(3) NOT NULL auto_increment,
 `user` text character set latin1 NOT NULL,
 `pass` text character set latin1 NOT NULL,
 `nama` varchar(50) character set latin1 NOT NULL default '',
 `status` text character set latin1 NOT NULL,
  PRIMARY KEY  (`id`)
) ENGINE=MyISAM AUTO_INCREMENT=29 DEFAULT CHARSET=latin1 COLLATE=latin1_general_ci AUTO_INCREMENT=29 ;

INSERT INTO `user` VALUES (1, 'admin1', 'rahasia1', 'Nuzuli', 'user');
INSERT INTO `user` VALUES (2, 'admin2', 'rahasia2', 'Fitriadi', 'admin');

Waduh gawat, ngantuk menyerang, kita akan lanjutkan lagi ke langkah 3.


Untuk Download Tutorialnya Klik link di bawah:
Program Jadi By Khendharahap
Tutorial php